Pesepakbola Wanita Menggugat Hak Saat Bermain
Sepakbola dan semua mengenainya terlalu maskulin. Wanita, yang fisiologis alami transisi menstruasi, sering kesusahan bahkan juga cuma untuk sekedar Slot Judi Online melihat laga sepakbola. Saat mereka alami menstruasi, sarana khalayak biasanya tidak sediakan keperluan mereka. Di stadion, tempat yang dikuasai lelaki, beberapa hal yang terkait dengan wanita seolah terhindar.
Namun kesadaran akan keutamaan beberapa produk kebersihan untuk wanita yang alami menstruasi saat ini sedang semakin makin tambah meluas. Orlaith Duffy, Erin Slaven, dan Mikaela Mckinley jadi perintis dari ajakan supaya stadion sediakan produk yang terkait dengan kebersihan wanita yang tiba bulan.
Ke-3 wanita yang dari Skotlandia itu ialah simpatisan Celtic FC. Ke-3 nya kerap bertandang ke stadion untuk memberikan dukungan club kecintaan mereka, dan berulang-kali alami sendiri rasanya tidak disokong kenyamanan stadion saat alami menstruasi.
Dikutip dari The Independent, pada 2017, sekitar 137.700 wanita berumur 10 sampai 18 tahun di Britania Raya tidak dapat ikuti aktivitas sekolah karena Slot Online Terpercaya mereka tidak dapat beli produk sanitasi. Bahkan juga 500 salah satunya mau tak mau absen dari sekolah karena mengalami menstruasi.
"Saya sedang ada dalam laga sepakbola di awal tahun dan ketahui jika produk sanitasi [menstruasi] terkunci dalam suatu mesin, dan keranjang sanitasi itu tidak ada pada tiap toilet, dan hal itu bukan sebuah fokus untuk club sepakbola," tutur Erin, diambil dari BBC.
"Kami ketahui jika di dalam lingkungan yang dikuasai pria dan hal tersebut sebagai faktor yang baik sekali, saat pria sanggup bicara mengenai masa [menstruasi]," sebut Mckinley, diambil dari The Guardian.
Walau pria masih memimpin, wanita ikut mengambil sisi dari euforia dalam laga sepakbola. Wanita yang menyukai sepakbola memacu pengadaan produk sanitasi yang penting untuk mereka.
Wanita sama dengan lelaki. Untuk memberikan dukungan kesebelasan yang mereka sayangi, wanita tiba ke stadion. Terdaftar pada musim 2014/15 di Liga Primer Inggris, dari keseluruhan pemirsa yang bertandang ke stadion, 26% salah satunya wanita.
Oleh karena itu, sebuah club sepakbola dipaksa untuk memerhatikan keperluan wanita saat laga tengah berjalan, terhitung saat mereka alami menstruasi. Bukan itu saja, tersedianya produk itu penting untuk kegiatan setiap hari yang ditempuh oleh wanita, ditambah mereka yang ingin memberikan dukungan club sepakbola di stadion.
.jpg)