Ibunda Pedangdut Ratu Meta Meninggal Dunia
Berita duka mendekati Ratu Meta. Pelantun dangdut yang terkenal lewat lagu dengan judul "Kekasih Ke-2 " kehilangan si ibunda, Sekarningsih, yang wafat pada Minggu (10/1/2021) pagi hari. Berita duka itu dipublikasikan Ratu Meta lewat program pesan singkat WhatsApp.
Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.. Sudah berpulang ke Rahmatullah.. Ibunda kami Tersayang *SEKARNINGSIH * pada umur 56 tahun *Minggu 10 Desember 2020 jam 01.00 Di RS saraswati cikampek," catat Ratu Meta umumkan berita wafat ibundanya ke pewarta.
Ratu Meta meminta doa atas keperginya Sekarningsih. Saat hidup, Ratu Meta dan Sekarningsih benar-benar dekat dalam bermacam hal. Terhitung, waktu ke-2 nya jalani beribadah umrah bersama sekian tahun lalu.
Situs Judi Slot"Minta doanya, mudah-mudahan Ibunda kami Husnul Khotimah, minta dimaafkan semua kekeliruan beliau saat hidupnya. Almarhum akan dimakamkan di Rumah Keluarga - Jl purwasari pagadungan no 105 RT 02 RW 05 kecamatan purwasari Karawang dan gagasan akan disemayamkan di TPU Purwasari pagadungan," Ratu Meta menambah.
Ratu Meta mempersilakan keluarga dekat untuk tiba melayat almarhum ibundanya. Tetapi, dia mengutamakan prosedur kesehatan yang harus dipatuhi beberapa pelayat yang pengin memberikan penghormatan paling akhir ke ibundanya.
"Minta maaf, untuk famili atau keluarga yang akan melayat diharuskan lakukan prosedur kesehatan sepanjang Wabah (harus bermasker dan hand sanitizer)," ia menambah.
Ibunda Ratu Meta wafat sebab sakit. Hal tersebut dijumpai dari info yang dikatakan Ratu Meta ke pewarta. "Terima kasih kami katakan atas semua kontribusi doa, moril dan material ke seluruh pihak, rekan, teman dekat dan Keluarga besar saat hidup Almarhum atau sepanjang beliau sakit🙏🏻," Ratu Meta tuliskan.
Sekarningsih dikenali selaku ibu yang terus memerhatikan dan bela anak-anaknya. Waktu dijumpai medio 2017 lalu, almarhum Sekarningsih bela Ratu Meta dari dakwaan orang ke-3 dalam prahara rumah tangga Zack Lee dan Nafa Urbach.
"Mama terkejut saja. Telah begitu sampai orang serumah nangis-nangis karena saya disebutkan pelakor. Saya ngomong saja tidak perlu dipikir," kata Ratu Meta bersama Sekarningsih.
